
Ketua Presidium Pengurus Pusat Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (KP PP PMKRI) Santo Thomas Aquinas Periode 2002-2004, pada hari ini, Senin, 23 Juni 2008 bertandang ke Margasiswa PMKRI Santo Thomas More Pontianak, Kalimantan Barat. Kehadiran Mbak restu, demikian sapaan akrabnya dalam kerangka bersilaturahmi dengan Pengurus dan Anggota PMKRI di Bumi Khatulistiwa ini.
Kehadirannya sekitar pukul 13.30 wib disambut Ketua Presidium PMKRI Pontianak beserta jajaran pengurus serta anggota. Dalam kesempatan kunjungan kali ini, beliau menyempatkan diri berkunjung ke margasiswa PMKRI Pontianak yang memang telah lama tidak dikunjungi. Bukan hanya itu, beliau juga hadir di Pontianak dalam kerangka menyampaikan materi perkenalan Taruna Marah Putih bagi para kader salah satu partai besar didaerah ini yang sedang melangsungkan Rakerda di Gedung Pontianak Convention Center (PCC).
Dalam kesempatan kunjungan tersebut, Maria Restu Hapsari mencoba sharing kepada kawan-kawan PMKRI Pontianak seputar gerakan mahasiswa, khususnya mengenai eksistensi PMKRI. Meski acara ini berlangsung tidak formal, namun sangat menarik untuk disimak bersama, terlebih dengan berbagai wacana akhir-akhir ini yang berkembang seputar PMKRI.
Bertemu Kelompok Cipayung
Selasa, 24 Juni 2008 sekitar pukul 12.00 Wib hingga selesai, bertempat di RM Handayani kawasan Muesum Negeri (MUseum Propinsi) Kalimantan Barat, Maria Restu Hapsari dengan difasilitasi Hendrikus Adam (Ketua Presidium PMKRI Pontianak) bertemu kawan-kawan kelompok Cipayung. Beberapa orang yang hadir adalah perwakilan dari masing-maisng organisasi yakni PMKRI Pontianak (Hendrikus Adam, Corryna Allen, Jon Minggus), HMI (Juni Wardana/ketum dan Wahyu H (Sekum), GMKI (Stefanus Wiwin dan rekan), GMNI (Wahyu) dan PMII (Syuaib).
Pertemuan ini menjadi ajang untuk melepas kerinduan bersama kawan-kawaan Cipayung di Pontianak.
.
2008/06/23
| [+/-] |
Maria Restu Hapsari, Kunjungi Marga PMKRI Pontianak |
2008/06/21
| [+/-] |
PMKRI Pontianak bertandang ke KMK Untan |
Untuk yang kedua kalinya setelah Sabtu 14 Juni 2008 lalu mengunjungi Sekolah Tinggi Pastoral (STP) Santo Agustinus Pontianak,pada Sabtu 21 Juni lalu, Pengurus beserta anggota Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Santo Thomas MOre Pontianak kembali mengunjungi wadah basis mahasiswa di kampus. Kunjungan kali ini ditujukan ke Keluarga Mahasiswa Katolik (KMK) Universitas Tanjungpura Pontianak yang beralamat di Jalan M.Issa Kompleks Unit Kegiatan Mahasiswa Untan.
Dalam kunjungan yang dilakukan sekitar pukul 15.00 wib itu, format agenda kunjungan sedikit berbeda dengan kunjungan sebelumnya. Dimana pada kesempatan ini, Hendrikus Adam selaku Ketua Presidium PMKRI Pontianak beserta rekan-rekannya disambut Ketua KMK Untan, Hugo (Mhs. Ekonomi Untan) bersama jajaran pengurus KMK. Turut serta pula alumni KMK Untan dan juga anggota PMKRI, Stefanus Teddy, SE.
Kehadiran kru PMKRI disambut hangat. Sessi pertama dalam kesempatan ini diawali dengan lantunan doa oleh perwakilan KMK Untan, dilanjutkan dengan perkenalan dan pengenalan singkat masing-masing organisasi. Dalam hal ini Hugo (Ketua KMK Untan) terlebih dahulu memperkenalkan organisasi KMK Untan, selanjutnya disusul Hendrikus Adam (Kapres PMKRI Pontianak) yang juga turut memperkenalkan sekilas mengenai PMKRI.
Lebih lanjut dalam pertemuan ini, PMKRI mengutarakan maksud dan tujuan kehadirannya atas kunjungan yang dilakukan. Meski sebelumnya melalui surat pemberitahuan telah disampaikan, Rekan-rekan KMK kembali bertanya mengenai kehadiran kawan-kawan PMKRI bertandang di KMK. Dalam kesempatan ini lantas dijelaskan maksud dan tujuan kunjungan yang diantaranya adalah; sebagai media untuk senantiasa membangun kumunikasi antar mahasiswa katolik, sebagai media untuk saling mengenal dan memperkenalkan wadah maisng-maisng serta sebagai media untuk saling bersilaturahmi antar sesama saudara.
Meski demikian, kegiatan sederhana ini menjadi menarik. Karena juga dilakukan sharing dan diskusi seputar persoalan baik internal maupun eksternal. Tidak ada hasil yang begitu kongkrit dari diskusi tersebut, karena memang dalam agenda tidak dirancang secara khusus melalui materi yang disepakati bersama. Namun demikian, melalui kegiatan ini kedua belah pihak memandang bahwa pertemuan melalui kunjungan ini begitu positif, terlebih dengan semakin banyaknya berbagai program kerja dari masing-masing organisasi, sehingga komunikasi menjadi penting untuk terus digalakkan.
PMKRI seperti disampaikan Ketua Presidium, Hendrikus Adam akan senantiasa membuka diri bagi siapapun yang ingin bekerjasama dalam hal yang posotif. Kedepan juga masih diagendakan bahwa PMKRI Pontianak merencanakan untuk terus melakukan kunjungan dibeberapa kampus basis mahasiswa di lingkungan Pontianak. Kunjungan kali ini diakhiri pula dengan doa, selanjutnya dilangsungkan rangkaian photo bersama di depan sekretariat KMK Untan Pontianak. (photonya menyusul).Selamat berturne...berkat Tuhan Yesus Kristus menyertai.
Pro ecclesia et Patria.
.
2008/06/17
| [+/-] |
Pendaftara Lomba Menulis PMKRI di Perpanjang |

Menulis Surat Cinta untuk Lingkungan dan Perdamaian
Guna menyongsong diesnatalisnya (PMKRI Pontianak) yang ke-47 (dirintis 26 Maret 1961), dan Diesnatalis PMKRI ke-61 (25 Maret 1961) serta mengenang Hari Lingkungan Hidup pada tanggal 5 Juni 2008 lalu, Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Santo Thomas More Cabang Pontianak menyelenggarakan event lomba; Menulis Surat Cinta untuk Lingkungan dan Perdamaian. Lomba ini diperuntukkan bagi kalangan pelajar (SMU-K/sederajat) dan Mahasiswa berbagai perguruan tinggi di Kalimantan Barat dan luar Kalbar.
Adapun kegiatan ini telah dibuka pendaftarannya hingga batas akhir pengumpulan naskah oleh peserta kepada penyelenggara pada tanggal 25 Agustus 2008. Peserta yang akan mengikuti lomba diharapkan melampirkan fotokopi kartu identitasnya (KTS/KTM) pada naskah lomba (surat cinta yang akan diperlombakan) dan mengirimkannya pada penyelenggara ke Margasiswa PMKRI Pontianak, Jalan Imam Bonjol 338 (Samping Hotel Muslim), dan atau silahkan kirim memalui email (soft copy) ke alamat pmkripontianak@yahoo.com. Adapun kriteria naskah yang akan diperlombakan meliputi; 1) sejalan dengan visi PMKRI; “Terwujudnya keadilan sosial, kemanusiaan dan persaudaraan sejati, 2) merupakan hasil karya sendiri (orisinil) dan tidak pernah diperlombakan/belum pernah dimuat dalam media massa, 3) batas minimal 750 kata, 4) Naskah berangkat dari inspirasi realitas social (boleh dalam bentuk pengalaman pribadi), 5) ada kesesuaian antara naskah dengan judul atau atau topik surat yang diangkat. Naskah diantara langsung pada penyelenggara.
Melalui kegiatan ini diharapkan tumbuhnya sikap kritis dan proaktif generasi muda Kalbar khususnya dan generasi muda Indonesia umumnya dalam merespon persoalan-persoalan sosial kemasyarakatan, terutama dalam kaitannya dengan kecintaan terhadap kondisi lingkungan dan pentingnya mewujudkan perdamaian dimasyarakat kita yang terdiri dari beraneka regam suku, agama dan budaya. Naskah setiap peserta yang terkumpulkan, akan dirangkum dalam “buku”; Bunga Rampai Surat Cinta Untuk Lingkungan dan Perdamaian.
Lomba Menulis di Perpanjang hingga 25 Agustus 2008
Event lomba yang digelar Perhimpunan Mahasiswa katolik republik Indonesia (PMKRI) Santo Thomas More Pontianak kembali diperpanjang masa waktu pendaftarannya. Perlu diketahui bersama bahwa event dalam rangka menyongsong diesnatalis PMKRI dan Peringatan Hari Lingkungan Hidup (5 Juni 2008) ini di perpanjang masa pendaftarannya hingga hari kamis, tanggal 25 Agustus 2008. Kegiatan ini digerar untuk kalangan pelajar dan mahasiswa di Kalimantan Barat dan luar Kalbar. Informasi lebih lanjut dapat menghubungi Penyelenggara ke alamat Jalan imam Bonjol Nomor 338 Pontianak kalimantan barat atau ke email; pmkripontianak@yahoo.com/pmkri.ptk@gmail.com.
Undangan
Nomor : 25/DPC/III-A/07/2008 Pontianak, 20 Juli 2008
Lamp : -
Hal : Undangan Lomba
Kepada Yth,
Bapak/Ibu, Saudara/i……………………………………….
Di –
Tempat.
Dengan hormat,
Guna menindaklanjuti rangkaian perayaan Paskah dan Dies Natalis PMKRI Pontianak ke-47 dan dalam rangka menyongsong Diesnatalis PMKRI Nasional (ke-61) pada 25 Mei 2008 serta Peringatan Hari Lingkungan Hidup (5 Juni 2008), maka dengan ini kami memberitahukan sekaligus mengundang Bapak/Ibu, saudara/i untuk dapat menyampaikan kepada (mengutus) anggota/mahasiswa/siswa-i nya agar dapat berpartisipasi dan ikut serta dalam kegiatan Lomba Menulis Surat Cinta Untuk Lingkungan dan Perdamaian yang diselenggarakan oleh PMKRI Santo Thomas More Pontianak. Adapun Batas akhir mengumpulkan surat cinta (dalam bentuk print dan file doc) yang akan diperlombakan kepada penyelenggara pada tanggal 25 Agustus 2008 sertai dengan foto copy identitas diri (KTM/Kartu Pelajar). Adapun kriteria umum naskah surat yang akan diperlombakan sedikitnya memuat ketentuan berikut:
1. Sejalan dengan visi PMKRI “Terwujudnya Keadilan Sosial, Kemanusiaan dan Persaudaraan Sejati”
2. Kesesuaian antara naskah dengan judul/topik yang diangkat.
3. Merupakan karya sendiri (orisinal) dan belum pernah diperlombakan dan atau belum pernah dimuat dimedia massa.
4. Naskah berangkat dari realitas sosial (boleh dalam bentuk pengalaman pribadi).
5. Jumlah minimal 750 kata
6. Naskah diantar langsung ke panitia dalam bentuk print dan file document. Naskah dalam bentuk file dapat dikirim via Email; pmkripontianak@yahoo.com
7. Naskah yang telah dikirim menjadi hak milik panitia sepenuhnya dan akan dinilai tiga naskah surat terbaik oleh Dewan Juri. Naskah hasil Karya peserta akan diseleksi dan bakal dirangkum dalam ”BUKU” bunga rampai surat cinta untuk lingkungan dan perdamaian.
Demikian surat ini disampaikan, atas perhatian dan kesediaanya serta kerjasamanya, kami ucapkan terima kasih.
PRO ECCLESIA ET PATRIA
DEWAN PIMPINAN CABANG
PERHIMPUNAN MAHASISWA KATOLIK REPUBLIK INDONESIA
SANTO THOMAS MORE CABANG PONTIANAK
PERIODE 2008-2009
Hendrikus Adam Corryna Allen
Ketua Presidium Sekretaris Jenderal
NB: Setiap peserta yang menyampaikan naskahnya pada penyelenggara, akan mendapatkan sertifikat Lomba. Peserta di Luar kalbar yang berminat, dibolehkan turutserta dalam event ini. CP: 085245251907
.
2008/06/16
| [+/-] |
PMKRI Pontianak Kunjungan Persahabatan ke STP |

PMKRI Pontianak Santo Thomas More Sabtu, 14 Juni 2008 lalu melakukan kunjungan ke Sekolah Tinggi Pastoral (STP) Santo Agustinus Pontianak, kalimantan Barat. Kegiatan yang merupakan kunjungan perdana PMKRI bagi warga di lingkungan kampus Pontianak ini disambut hangat oleh Keluarga besar STP Santo Agustinus. Beragam kegiatan digelar pada moment kunjungan yang diawali dengan sambutan dari Ketua STP, Drs. Andreas Muhroetin, M.Si. Turut hadir Puket III STP, Martinus, S.Ag, Ketua Senat Mahasiswa STP, Sumantri serta ratusan mahasiswa/i STP.
Disamping saling memperkenalkan kedua lembaga (PMKRI oleh Hendrikus Adam/Ketua Presidium PMKRI Pontianak, dan perkenalan STP oleh Martinus, S.Ag/Puket III STP Bidang kemahasiswaan), juga dirangkai dengan kuliah Umum dengan tema; "Membangun Tradisi Tulisan bagi kaum Muda." Kuliah Umum menghadirkan dua orang penyaji yakni Asriyadi Alexander Mering, SH (Tribune Institute) dan Elias Ngiuk, S.Sn (Pimred Majalah Kalimantan Review). Usai penyempaian materi kuliah umum oleh kedua penjayi, dilanjutkan dengan oleh raga bola volley bersama antara kader PMKRI Pontianak-mahasiswa STP. Sedangkan materi "pesan Lingkungan" yang direncanakan bakal disampaikan oleh perwakilan WALHI Kalbar yang turut serta mendukung rangkaian kunjungan Persahabatan PMKRI Pontianak ini, berhalangan hadir.
Permainan volley bersama menjadi babak finish dari seluruh rangkaian Kunjungan Persahabatan PMKRI Pontianak ke STP Santo Agustinus Pontianak. Kegiatan ini terselenggaran atas dukungan tribune Institute, majalah Kalimantan Review dan WALHI Kalbar, serta juga atas sambutan antusias dari keluarga besar STP. "Saya berharap kunjungan PMKRI ini bukan menjadi yang terakhir, dan pintu STP selalu terbuka untuk agenda berikutnya," tandas Martinus, S.Ag, Puket III di ujung Perjumpaan menjelang perpisahan.
.
2008/05/28
| [+/-] |
Awal Mabim dan Perayaan HUT PMKRI ke-61 |
MInggu, 25 Mei 2008 lalu adalah tahapan awal bagi penyelenggaraan Masa Bimbingan (Mabim) di bagi anggota muda PMKRI Pontianak. Moment bertepatan dengan tanggal tersebut menjadi begitu istimewa. Betapa tidak, disamping mengadakan pembukaan Mabim, juga dirangkai dengan acara bersih-bersih marga. Selanjutnya dilakukan ritual peringatan Ulang tahu PMKRI yang ke-61. Acara ini berlangsung sangat sederhana dan spontan, namun tentu saja tanpa kehilangan makna.
Peristiwa 25 Mei 1947 kembali dikenang bersama pengurus dan anggota muda PMKRI Pontianak. Pada tangga tersebut juga salah satu kader PMKRI Pontianak yakni saudara Mikael Dhodik melangsungkan pernikahannya di Sintang. Usai merayakan syukuran sederhana dalam rangka HUT PMKRI tersebut, pengurus dan anggota pMKRI pontianak pun mengikuti perayaan HUT Asrama Santo Bonaventura ke-20 yang berlangsung pada hari yang sama. Sungguh istimewa saat itu...Dirgahayu buat semuanya.....
.
| [+/-] |
Turut Meriahkan PGD ke-22 |
Perhimpunan Mahasiswa Katolik republik Indonesia (PMKRI) Pontianak Santo Thomas More 81-24 Mei 2008 lalu turut memeriahkan terselenggaranya Pekan gawai Dayak (PGD) ke-22 yang berlangsung di Rumah Betang Jalan Sutoyo Pontianak. Kegiatan yang merupakan bagian promosi wisata budaya Dayak Kalimantan di Pontianak ini merupakan event tahunan yang diikuti berbagai sanggar kesenian dan berbagai stakeholders. 
PMKRI Pontianak, menjadi salah satu pihak yang turut serta dengan mendirikan Stand di sekitar lokasi yang telah disediakan Panitia penyelenggara.
Rekomendasi PMKRI Pontianak Untuk PGD Tahun 2008
Nomor : 022/DPC/III-E/06/2008 Pontianak, 24 Juni 2008
Lamp : -
Hal : Ucapan Terima Kasih
Kepada Yth,
Panitia Pekan Gawai Dayak (PGD) ke-22 Tahun 2008
Di –
Tempat.
Dengan hormat,
Bersamaan dengan telah berakhirnya rangkaian pelaksanaan pekan Gawai Dayak (PGD) yang ke-22 yang diselenggarakan pada tanggal 18-24 Mei 2008 dan sebagai bagian yang telah berpartisipasi guna memeriahkan berlangsungnya Pesta Ucapan Syukur atas hasil Panen masyarakat suku Dayak kepada JUBATA (Tuhan-red) dimaksud, maka dengan ini perlu disampaikan sebagai berikut;
1. Menyampaikan penghargaan dan terima kasih yang sedalam-dalamnya kepada Pihak Panitia Penyelenggara atas kesempatan dan tempat yang diberikan kepada kami khususnya dengan memberikan lokasi STAND PMKRI Santo Thomas More Pontianak pada kesempatan tersebut.
2. Dengan ini, kami juga menyampaikan permohonan maaf bila dalam proses pelaksanaan kegiatan ada yang kurang berkenan dari kami bagi panitia maupun berbagai pihak, segala ruang saran dan kritik yang konstruktif-positif senantiasa kami nantikan.
3. PMKRI Santo Thomas More juga mengajak berbagai pihak, secara khusus panitia penyelenggara untuk merefleksikan berbagai hal yang menjadi kekurangan maupun kelebihan atas terselenggaranya PGD ke-22 kali ini, agar menjadi bahan pertimbangan/evaluasi untuk pelaksanaan PGD yang lebih baik kedepan.
Demikian surat ini disampaikan sebagai bentuk apresiasi kami dengan telah disediakannya tempat stand bagi PMKRI Pontianak secara khusus. Atas perhatian dan kesediaanya serta kerjasamanya, kami ucapkan terima kasih.
PRO ECCLESIA ET PATRIA
DEWAN PIMPINAN CABANG
PERHIMPUNAN MAHASISWA KATOLIK REPUBLIK INDONESIA
SANTO THOMAS MORE CABANG PONTIANAK
PERIODE 2008-2009
Hendrikus Adam Corryna Allen
Ketua Presidium Wakil Sekretaris Jenderal I
Lampiran
CATATAN REKOMENDASI
Puji syukur kepada Jubata (Tuhan) atas limpahan berkat dan rahmat-Nya, sehingga akhirnya Pekan Gawai Dayak (PGD) ke-22 tahun 2008 (18-24/Mei) boleh terselenggara. Kerjasama dan kebersamaan yang terbangun oleh berbagai pihak, khususnya antar Panitia dengan berbagai stakeholder tentunya juga turut menjadikan Acara sebagai ungkapan syukur atas hasil panen pertanian (padi) ini data dilaksanakan dengan baik. Sebagai bagian dari pihak yang turut terlibat, kami selaku bagian kecil dari generasi muda warga Kalbar secara khusus menyambut baik dengan digelarnya kegiatan ini, dan tentunya kami sadari menjadi tanggungjawab bersama pula untuk menjaga dan melestarikan bagaimana kedepan upacara sebagaimana yang telah digelar boleh memberikan manfaat yang jauh lebih baik lagi. Berbagai kekurangan memang menjadi milik kita manusia dan kelebihan adalah milik-Nya, maka dari itu menjadi penting bagi kita untuk merefleksikan kekurangan yang menjadi bagian dari kelemahan kita untuk membuat kita bangkit lebih baik kedepan, khususnya dalam upaya mempromosikan aset wisata dan budaya yang merupakan khasanah suku bangsa (Dayak) di bumi Khatulistiwa ini. Berangkat dari catatan diatas, maka dengan kerendahan hati sebagai pihak yang juga turut terlibat sebagai peserta (stand-red), berikut buah pikiran yang berangkat dari niat thulus dan objektif yang menjadi rekomendasi-refleksi kami atas telah diselenggarakannya PGD ke-22 tahun 2008;
1. Tidak dipungkiri pula PGD yang merupakan sebagai bagian dari bentuk ungkapan syukur kepada Jubata (Tuhan), juga merupakan media untuk melestarikan dan mengembangkan khasanah budaya kita (dayak) serta sebagai media promosi aset Wisata Budaya yang niatnya adalah bagaimana dapat diketahui/disaksikan oleh banyak orang dengan latar belakang yang berbeda, secara khusus tentunya diharapkan dapat ketahui oleh warga suku dayak sendiri. Dalam kaitannya dengan intensitas kehadiran mereka, maka persoalan biaya parkir kedepan perlu untuk dipertimbangkan. Hal ini perlu dipertimbangkan mengingat dari berbagai masukan yang kami terima, kebanyakan para pengunjung merasa mengeluh dengan jumlah biaya parkir yang dipatok. Ini juga penting untuk menjaga agar tidak ada kesan ritual PGD yang sakral dan harusnya berwibawa, justeru dianggap sinis sebagai Ajang Bisnis oleh sebagian orang (lantas mengeneral).
2. Pelaksanaan dari awal hingga akhir (pembukaan-penutupan), khususnya mengenai Penutupan rangkaian PGD yang berbeda dengan lokasi awal beberapa waktu lalu harus diakui telah “melukai” perasaan berbagai pihak, khususnya para pendiri stand serta para pengunjung lainnya yang berharap semestinya tidak dipindahkan ketempat lain. Apa lagi bila hal tersebut tidak dikomunikasikan dengan baik.
3. Untuk biaya stand khususnya bagi kalangan yang belum berpenghasilan (mahasiswa), maka penting kiranya dipertimbangkan. Terlebih bila orientasi dari stand tersebut hanya untuk turut serta memeriahkan, dan bukan untuk mencari keuntungan (profit).
4. Perlakuan yang tidak diskriminatif bagi para pemilik stand atas kartu parkir penting dilakukan, namun yang terjadi sepertinya tidak demikian.
5. Beberapa point sebagaimana disebutkan diatas, kiranya penting untuk dipikirkan kedepan sehingga PGD yang juga sebagai media “perekat-pemersatu-kebersamaan” antar sesama (dayak khususnya) ini dapat sungguh-sungguh menjadi kebanggaan dan milik bersama yang pantas untuk terus dijaga dan dilestarikan keberadaannya.
Demikian catatan rekomendasi sebagai buah pikiran ini kami sampaikan. Catatan ini tentunya bukanlah sebuah kemutlakan untuk didengarkan, apa lagi diikuti, namun ini hanyalah sebuah bentuk pemikiran kami sebagai bentuk “kontribusi” pemikiran refleksi bersama yang semoga saja dapat menjadi wacana kita untuk melangkah kedepan. Mohon maaf atas segala kesalahan-kekurangan kami, kiranya Tuhan senantiasa memberkati apa yang telah dilaksanakan. Sukses dan Jaya Selalu untuk PGD. Pro Ecclesia et patria.
(bersambung)
.
2008/05/13
| [+/-] |
Konsolidasi Perdana Bersama Anggota Muda |
Hari ini, Selasa (13/mei), menjadi hari perdana bagi Pengurus dan Panitia pelaksana MPAB untuk melakukan kondilidasi bersama anggota muda yang baru saja mengikuti MPAB pada tanggal 9-11 mei 208 bertempat di Wisma Imaculata beberapa waktu lalu. Pertemuan perdana ini menjadi menarik, dimana selain informasi-informasi terbaru yang disampaikan pengurus dan panitia terkait dengan berbagai program kegiatan kedepan yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat, Pada hari yang bersamaan keluarga besar PMKRI Pontianak terlarut dalam kegembiraan.
Seorang kader muda PMKRI Pontianak yakni Lovina merayakan ulang tahunnya yang ke-23 di margasiswa PMKRI Pontianak. Acara sederhana yang berlangsung meriah ini disambut gelak-tawa para kader perhimpunan. Kebahagiaan kembali bertambah saat dimana para kader larut dalam sharing bersama yang kali ini melantai persis di depan Show room KOMSOS, saudara Mikael Dhodik yang baru tiba mengabarkan bahwa dirinya akan melepas masa lajangnya. Undangan pernikahan yang akan dilangsungkan pada tanggal 25 Mei 2008 mendatang disampaikan bagi para hadirin. Sepertti diketahui, tanggal 25 Mei 2008 merupakan tanggal bersejarah bagi Perhimpunan (PMKRI) ini sejak pertamna kalinya berdiri. Proficiat dan selamat kepada yang berulang tahun dan selamat menempuh hidup baru kepada rekan Dhodik. PETRA.
.